Membangun Koperasi Karyawan

Ini adalah cerita yang kami rangkum dari beberapa pelanggan kita dalam membangun koperasi karyawan yang sedang mereka kelola.

Koperasi tidur
Saat ini banyak koperasi karyawan yang sudah berdiri dan sudah mempunyai badan hukum akan tetapi belum berjalan dengan baik (apakah di tempat Anda salah satunya?). kebanyakan koperasi seperti ini di jalankan oleh management lama.yang sudah malas-malasan untuk memikirkan tentang keajuan koperasi.
Berikut adalah cerita-cerita dari para pelanggan kami mengenai awal mula bangkitnya koperasi yang di tanganinya

Siapa vocal dia memimpin
Sebagai pertanggung jawaban para kepengurusan pada periode tertentu,Seperti biasa tiap tahun koperasi harus melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Pada saat RAT inilah biasanya terjadi pergantian kepengurusan, yang biasanya ceritanya selalu klasik, yaitu siapa yang vocal dalam rapat kali itu, maka dialah biasanya yang di tunjuk sebagai pengurus yang baru. Nah dari sinilah cikal bakal mulai berkembangnya koperasi tersebut. Jika yang di pilih sebagai pengganti orangnya jujur dan ulet , maka tidak menutup kemungkinan koperasi akan menjadi semakin maju. Akan tetapi apabila penggantinya juga kurang amanah, maka cerita akan berulang, yaitu koperasi akan tetap kurang dirasakan keberadaannya.

Membangun kepercayaan bank
Biasanya masalah pertama yang dihadapi oleh koperasi yang baru saja “bangun” adalah keterbatasan modal. Saat ini jika kita membicarakan tentang koperasi, maka yang terbersit di benak kita pastilah usaha simpan pinjam. Meskipun sebenarnya usaha yang bisa di kelola oleh sebuah koperasi karyawan bukan hanya simpan pinjam saja. Akan tetapi memang usaha simpan pinjamlah yang paling banyak di lakukan untuk menghidupkan dari nafas kopeasi itu sendiri.
Banyak koperasi karyawan yang baru bangkit, langkah pertamanya adalah mencari bantuan atau kerjasama dengan bank untuk penyaluran pinjaman kepada anggotanya.
Pengelolaan dana keuangan dari bank ini, biasanya koperasi hanya memperoleh fee dari setiap kucuran yang dilakukan, artinya koperasi tidak real dalam mengelola dana yang ada, koperasi hanya memperoleh sedikit selisih dari bunga yang di berikan bank dengan bunga yang di berikan kepada anggota.
Apabila koperasi sudah berada pada taraf ini(sudah melakukan ini), maka bisa dikatakan kopearsi tersebut sudah mempunyai siklus usaha. Langkah awal terberat adalah mencari kenalan bank untuk pertama kali. Biasanya bank akan kurang percaya pada koperasi yang kita kelola, akan tetapi setelah ada salah satu bank yang melakukan kucuran, maka bank-bank lain akan mulai berbondong – bondong menawarkan kucuran dananya.
Jika kucuran dana kedua dan seterusnya turun, seharusnya koperasi Anda sekarang bisa bermain pada sektor usaha lain selain simpan pinjam, misalnya saja. Karena Anda sudah punya asset yang cukup (yang diperoleh dari hutang) untuk bisa melakukan inovasi dalam usaha.

Membangun kepercayaan karyawan
Bukan hanya membangun kepercayaan Bank yang Anda bangun disaat awal, Kepercayaan karyawan akan besarya manfaat koperasi karyawan juga perlu di bangkitkan di saat awal Anda me recovery koperasi Anda. Kepercayaan karyawan ini perlu sekali di bangun karena setelah dana terkumpul, Anda bisa mulai mebangun kepercayaan para karyawan, bahwa ikut menjadi anggota koperasi sangat membantu dalam hal pengelolaan financial mereka. Biasanya usaha yang ada adalah simpan pinjam dan pertokoan

Kelebihan koperasi karyawan disbanding KSP biasa
Banyak dari pelanggan kita yang bergerak di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) ataupun yang ada di unit Usaha Simpan Pinjam (USP) selalu membicarakan enaknya mengelola sebuah usaha simpan pinjam yang berbentuk koperasi karyawan, apalagi KPRI. Mereka beranggapan proses penagihan atau resiko piutang macet akan sangat kecil sekali.Seperti kita ketahui bersama bahwa resiko piutang macet (atau lebih kerennya dengan istilah Non Performing Loan/ NPL) merupakan hal yang sangat diperhatikan bagi usaha simpan pinjam. Meskipun anggapan diatas (resiko kecil) tidak selalu benar, atau sedikit banyak memang pengaruh bentuk usaha simpan pinjam dalam bentuk koperasi karyawan, atau KPRI memang cenderung lebih sedikit resiko piutang macetnya di banding KSP maupun USP.

2 thoughts on “Membangun Koperasi Karyawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s