Inilah Cara Menggabungkan Banyak Laporan Keuangan di banyak Unit Usaha KOPKAR Menjadi Satu

supervisor

Konsolidasi laporan keuangan adalah penggabungan dari 2 atau lebih laporan keuangan menjadi satu laporan terpusat. Konsolidasi ini digunakan untuk mengetahui asset, kewajiban dan ekuitas gabungan dari beberapa unit usaha yang berjalan. Laporan biasanya dilampirkan setiap sebulan sekali dan ketika membuat laporan tutup buku diakhir tahun sebagai laporan akhir tahunan.

konsolidasi laporan keuangan

Sebelum Anda melakukan konsolidasi, Anda harus mengetahui dahulu konsep kerja dari system konsolidasi. Anda dapat menggabungkan database dengan database kerja Anda atau Anda juga bisa (lebih disarankan) membuat database sendiri untuk menampung hasil konsolidasi.

Alur data dapat digambarkan sebagai berikut :

konsolidasi

Jika lebih dari dua usaha maka konsolidasinya dapat seperti berikut :

konsolidasi

Atau Anda juda dapat menggabungkannya dengan cara berikut :

Continue reading

Mudah Cetak Buku Tabungan atau Kartu Simpanan Anggota Koperasi

anggota-puas-buku-simpanan-koperasi-tercetak

 

Buku tabungan atau pada koperasi kita menggunakan istilah Buku Simpanan bukanlah sekedar bukti transaksi saja, namun hal ini merupakan parameter kredibilitas koperasi dalam pengelolaan dana yang disetorkan anggota pada koperasi, baik melalui simpanan pokok, simpanan wajib, maupun simpanan sukarela sampai dengan simpanan berjangka (deposito).

Masih sering kita temui di masyarakat, koperasi-koperasi masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan keuangannya, termasuk salah satunya dalam cetakan buku simpanan anggota koperasi. Beberapa ada yang masih menggunakan mesin ketik atau bahkan masih hanya sekedar tulisan tangan.

tabungan-tulis-tangan

Bagi beberapa orang mungkin ini masih dinilai wajar dan biasa saja. Namun, mengingat persaingan semakin ketat, koperasi Indonesia harusnya selalu dan mampu berinovasi untuk peningkatan pelayanan anggota, salah satunya ya dengan menghadirkan buku tabungan atau kartu simpanan yang lebih baik. Percaya atau tidak, berdasarkan pengalaman tim Armadillo Accounting selama ini dalam mengkomputerisasi koperasi, hadirnya buku tabungan atau kartu simpanan dengan sistem cetakan komputer, bisa meningkatkan kolektibilitas simpanan koperasi sampai dengan 200-300% dalam waktu singkat.

Bagaimana dengan koperasi Anda? sudahkah mempunyai buku simpanan koperasi yang kredibel? atau sudah ada tapi masih merasa belum puas. Apa saja pertimbangan dan bagaimana implementasinya, kita akan coba ulas satu persatu.

antri-panjang

Pertimbangan pertama, tentunya adalah banyaknya anggota. Semakin banyak anggota, maka dibutuhkan pelayanan yang lebih cepat dan biaya pencetakan buku tabungan juga semakin besar. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips dari kami bagi Anda para pejuang koperasi Indonesia :)

Continue reading

Menghitung Pembagian SHU pada Anggota

Sisa hasil usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan , dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Adapun perlakuan terhadap SHU adalah sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan , dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk pendidikan Perkoperasian dan keperluan lain dari Koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

Dan untuk besarnya Pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota koperasi yang kemudian dicantumkan pada Anggaran Dasar suatu Koperasi. Tiga pernyataan di atas adalah apa yang dikemukakan pada Undang-undang tentang Perkoperasian yaitu UU No.25 Tahun 1992 yang menjadi dasar hukum pembagian SHU koperasi bagi anggotanya.

Berikut ini adalah contoh perhitungan pembagian SHU suatu koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam. Misalkan dalam anggaran dasar suatu koperasi ditentukan prosentase pembagian SHU sebagai berikut :

  • SHU atas Jasa Pinjam       25%
  • SHU atas Simpanan Wajib      20%
  • Dana Pengurus      10%
  • Dana Karyawan      10%
  • Dana Pendidikan      10%
  • Dana Sosial      10%
  • Cadangan      15%

Maka proses penghitungannya adalah sebagai berikut :

Continue reading

Trik Entry Data Angsuran Secara Cepat

Dalam proses awal komputerisasi, biasanya pengguna program sedikit direpotkan oleh proses kejar data simpanan, pinjaman, bahkan transaksi kas lainnya. Umumnya yang agak memakan waktu adalah proses input data simpanan dan pinjaman (yang terdiri dari realisasi dan angsuran). Terlebih jika nasabah koperasi anda sangat banyak, serta koperasi menjalankan pinjaman mingguan juga. Tentunya input data angsuran pinjaman ini bisa sangat panjang prosesnya.

Kesulitan yang sebenarnya muncul saat terjadi selisih antara saldo pinjaman dan simpanan. Karena kita harus melacak dimana kesalahan transaksinya, dan itu akan sedikit memakan waktu mengingat data yang telah dientry telah begitu banyak.

Dalam Armadillo system, kita bisa mengurangi terjadinya kesalahan yang terjadi pada saat entry data angsuran. Pada program ini sudah tersedia fitur memasukkan angsuran secara kolektif. Sehingga proses kejar data angsuran bisa lebih menyingkat waktu, serta kesalahan entry bisa lebih diminimalisir. Namun cara ini hanya bisa dilakukan pada angsuran dengan bunga flat pada tanggal yang sama.

Lalu bagaimana cara melakukannya? Continue reading

Pencatatan Kas Kecil

Dalam mengelola manajemen keuangan diperlukan pencatatan akuntansi yang sistematis. Dan hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi jika pembukuan tersebut belum terkomputerisasi, masih dilakukan secara manual. Terkomputerisasi disini berarti menggunakan program akuntansi untuk mencatat semua aliran keuangan dan aset perusahaan. Dengan komputerisasi maka akan diperoleh laporan keuangan secara terperinci dan akurat.</p>
Umumnya dalam suatu perusahaan menggunakan sistem pemisahan kas dalam pencatatan pembukuannya. Maksudnya adalah

untuk lebih menyederhanakan proses pembukuan sehari-hari. Untuk transaksi yang berhubungan dengan biaya operasional intern perusahaan sehari-hari yang tidak terlalu besar biasanya digunakan kas kecil. Dan kas besar untuk mencatat arus kas yang lebih global ( modal, rugi laba dan sebagainya).</p>
<p>Terutama pada usaha simpan pinjam, cara ini sangat membantu dalam pencatatan pembukuan. Mengingat produk usaha simpan pinjam adalah modal cash, maka menggunakan kas kecil dalam operasional kantor dapat menghindarkan pencatatan dari terjadinya selisih. Meskipun demikian selisih saldo ataupun setoran masih seringkali terjadi (karena pencatatannya masih manual). Dengan menggunakan program akuntansi maka perusahaan bisa terhindar dari masalah tersebut. Karena jika terjadi selisih maka akan mudah untuk melacaknya.</p>

Continue reading

Panduan sederhana beli komputer pertama

Terkadang untuk memulai sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan , kita akan merasa ragu-ragu atau takut. Banyak yang kita pikirkan sebelum kita maju melangkah untuk melakukan hal itu. cpuSama halnya dengan memilih komputer bagi pemula yang belum pernah sama sekali mengenal dunia komputer.

Pertanyaan standard bagi para pemula adalah:

• bagaimana membedakan bahwa yang akan saya beli ini cocok bagi saya?

• kenapa ada yang murah dan ada yang mahal padahal type nya sama ?

• bagiamana after salesnya?

• bulit up atau rakitan?

• Jika sudah punya komputer memulai belajar darimana ?

• mampukah saya mengoperasikan?

Sebenarnya untuk memulai sesuatu yang baru,kita tidak bisa megatakan kita benar atau salah sebelum kita melakukannya. Yang penting adalah kita mempunyai tujuan atas apa yang kita lakukan.

Continue reading

Trik Memulai Komputerisasi: Selisih Konversi

Anda menjalankan akuntansi (pembukuan) usaha simpan pinjam secara manual ? Jika ya, kapan Anda terakhir me rekonsiliasi data kartu pinjaman atau kartu simpanan para anggota Anda untuk dicocokkan dengan nilai yang ada di neraca ? Valid ? Sama ? Atau bahkan mungkin Anda tidak tahu apakah data Anda ini benar atau salah karena sudah terlalu banyaknya data.

System komputerisasi membutuhkan data yang valid dan balance, karena komputer hanya bersifat dummy atau sering di kenal dengan istilah GIGO (Gold ini Gold Out atau Garbage In Garbage Out), maka sebelum komputerisasi data Anda harus sudah balance.
Sebagai misal,

Laporan neraca harus sama antara sisi debet dan kreditnya
Laporan neraca nilai rugi labanya harus sama dengan laporan rugi laba
Laporan Neraca nilai pinjaman harus sama dengan total kartu pinjaman
Laporan Neraca nilai simpanan harus sama dengan total kartu simpanan
Dan beberapa laporan lainnya.

Continue reading